Analisis Perilaku Pangandrau Suku Dayak Maanyan Dalam Kegiatan Kematian Di Desa Sei Paken Kabupaten Barito Selatan
Abstrak
Tradisi kematian pada masyarakat Suku Dayak Maanyan memiliki makna sosial dan budaya yang kuat, salah satunya diwujudkan melalui perilaku pangandrau. Pangandrau merupakan bentuk keterlibatan sosial masyarakat dalam rangkaian upacara kematian yang mencerminkan nilai gotong royong, solidaritas, dan penghormatan terhadap arwah orang yang meninggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pangandrau Suku Dayak Maanyan dalam kegiatan kematian di Desa Sei Paken, Kabupaten Barito Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari tokoh adat, keluarga duka, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan pangandrau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pangandrau tidak hanya berfungsi sebagai bantuan tenaga dan materi, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai budaya, penguatan hubungan sosial, serta bentuk tanggung jawab moral masyarakat. Pangandrau menjadi simbol solidaritas sosial yang masih bertahan meskipun mengalami penyesuaian dengan perkembangan zaman.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Bowen, J. R. (1986). On the political construction of tradition: Gotong royong in Indonesia. The Journal of Asian Studies, 45(3), 545–561.
Bungin, B. (2017). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Kencana.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage Publications.
Durkheim, E. (1997). The division of labor in society. Free Press.
Effendi, T. N. (2013). Budaya gotong royong masyarakat Indonesia dalam perubahan sosial.
Endraswara, S. (2013). Metodologi Penelitian Kebudayaan. Gadjah Mada University Press.
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.
Haviland, W. A. (2011). Antropologi. Erlangga.
Howarth, G. (2007). Death and dying: A sociological introduction. Polity Press.
Humaedi, M. A. (2016). Etnografi masyarakat Indonesia.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.
Koentjaraningrat. (2015). Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Gramedia Pustaka Utama.
Metcalf, P., & Huntington, R. (1991). Celebrations of death: The anthropology of mortuary ritual. Cambridge University Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Sage Publications.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Ritzer, G. (2012). Teori Sosiologi Modern. Kencana.
Sairin, S. (2002). Perubahan sosial masyarakat Indonesia.
Sellato, B. (2001). Forest, resources and people in Bulungan. CIFOR.
Spradley, J. P. (2007). Metode Etnografi. Tiara Wacana.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Sztompka, P. (2011). Sosiologi Perubahan Sosial. Prenada Media Group.
Tsing, A. L. (1993). In the realm of the diamond queen. Princeton University Press.
Turner, V. (1969). The ritual process. Aldine Publishing.
Weber, M. (1978). Economy and society. University of California Press.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##Copyright Ⓒ Author

https://orcid.org/0000-0003-1726-3651
