Penggunaan Media Sosial Terhadap Pembentukan Identitas Dan Kesehatan Mental Siswa SMK Negeri 4 Kota Palangka Raya

  • Mega Kurniawati Pendidikan Teknik Bangunan FKIP UPR
  • Ni Putu Diah Agustin Permanasuri Universitas Palangka Raya
  • Adhevia Marissa Universitas Palangka Raya
Kata Kunci: media sosial, identitas diri, kesehatan mental, remaja

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan media sosial dengan pembentukan identitas diri dan kesehatan mental siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 18 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan Microsoft Excel dan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi bahwa media sosial berperan dalam proses pembentukan identitas diri serta memengaruhi kondisi psikologis mereka. Namun, hasil analisis statistik menunjukkan bahwa hubungan antara penggunaan media sosial dengan variabel yang diteliti tergolong lemah dan tidak signifikan (R = 0,167; p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media sosial bukan merupakan faktor dominan yang menentukan pembentukan identitas maupun kesehatan mental siswa. Faktor lain, seperti lingkungan keluarga, interaksi sosial, serta kondisi individu, diduga turut berperan dalam memengaruhi kedua aspek tersebut. Penelitian ini memberikan gambaran awal mengenai kompleksitas hubungan antara penggunaan media sosial dan perkembangan psikologis remaja di era digital.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Arikunto, S. (2018). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Boyd, D. (2014). It’s complicated: The social lives of networked teens. Yale University Press.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Ellison, N. B., Steinfield, C., & Lampe, C. (2007). The benefits of Facebook “friends:” Social capital and college students’ use of online social network sites. Journal of Computer-Mediated Communication, 12(4), 1143–1168. https://doi.org/10.1111/j.1083-6101.2007.00367.x

Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. W. W. Norton & Company.

Field, A. (2013). Discovering statistics using IBM SPSS statistics (4th ed.). SAGE Publications.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Keles, B., McCrae, N., & Grealish, A. (2020). A systematic review: The influence of social media on depression, anxiety and psychological distress in adolescents. International Journal of Adolescence and Youth, 25(1), 79–93.

Odgers, C. L., & Jensen, M. R. (2020). Annual research review: Adolescent mental health in the digital age. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 61(3), 336–348.

Orben, A. (2020). Teenagers, screens and social media: A narrative review of reviews and key studies. Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology, 55(4), 407–414.

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Self-determination theory and the facilitation of intrinsic motivation, social development, and well-being. American Psychologist, 55(1), 68–78. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.1.68

Santrock, J. W. (2021). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.

Statista. (2023). Social media usage worldwide.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta

Twenge, J. M. (2019). iGen: Why today’s super-connected kids are growing up less rebellious, more tolerant, less happy. Atria Books.

Valkenburg, P. M., Meier, A., & Beyens, I. (2022). Social media use and its impact on adolescent mental health: An umbrella review. Nature Human Behaviour, 6, 145–157.

World Health Organization. (2022). Mental health and well-being.

Diterbitkan
2026-06-29