Perilaku Belajar Siswa di Lingkungan Penambangan Emas Ilegal: Studi Kualitatif di SMP Negeri 3 Banama Tingang
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku belajar siswa yang berada di lingkungan penambangan emas ilegal (PEI) di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan, khususnya di SMP Negeri 3 Banama Tingang. Aktivitas PEI yang berkembang di lingkungan masyarakat tidak hanya berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi, tetapi juga memengaruhi perilaku dan orientasi pendidikan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas 17 siswa, 5 orang tua, 5 guru, dan 5 tokoh masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan penambangan emas ilegal berdampak terhadap menurunnya motivasi belajar siswa, rendahnya kedisiplinan dan tingkat kehadiran, serta terganggunya konsentrasi belajar akibat kondisi lingkungan yang tidak kondusif. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam mendukung pendidikan anak juga masih tergolong rendah karena fokus pada aktivitas penambangan. Lingkungan sosial masyarakat yang lebih berorientasi pada keuntungan ekonomi instan menyebabkan sebagian siswa memandang pendidikan formal sebagai kebutuhan sekunder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan DAS Kahayan memengaruhi perilaku belajar siswa melalui faktor sosial, ekonomi, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.
Bungin, B. (2017). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Kencana.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage Publications.
Endraswara, S. (2013). Metodologi Penelitian Kebudayaan. Gadjah Mada University Press.
Geertz, C. (1992). The Interpretation of Cultures. Basic Books.
Haviland, W. A. (2011). Antropologi. Erlangga.
Hidayat, A. (2021). Pengaruh lingkungan masyarakat tambang terhadap motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan Sosial, 8(2), 115–124.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.
Koentjaraningrat. (2015). Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Gramedia Pustaka Utama.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Piaget, J. (1972). The psychology of the child. Basic Books.
Rahmawati, D., & Suryadi, S. (2020). Kondisi sosial ekonomi keluarga dan pengaruhnya terhadap disiplin belajar siswa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 10(1), 45–53.
Ritzer, G. (2012). Teori Sosiologi Modern. Kencana.
Skinner, B. F. (1974). About behaviorism. Knopf.
Slameto. (2015). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.
Soekanto, S. (2012). Sosiologi suatu pengantar. Rajawali Pers.
Spradley, J. P. (2007). Metode Etnografi. Tiara Wacana.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Sztompka, P. (2011). Sosiologi Perubahan Sosial. Prenada Media Group.
Turner, V. (1969). The Ritual Process: Structure and Anti-Structure. Aldine Publishing.
Weber, M. (1978). Economy and Society. Berkeley: University of California.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##Copyright Ⓒ Author

https://orcid.org/0000-0003-1726-3651
