Dampak Media Sosial terhadap Pembentukan Opini Publik di Lingkungan Kampus

  • Eva Diana Sari
  • Abustan Universitas Palangka Raya
  • Eli Karliani Universitas Palangka Raya
Kata Kunci: Media Sosial, Opini Publik, Trial by Netizen, Viral Justice, Kampus

Abstrak

Media sosial memiliki peran besar dalam membentuk opini publik, termasuk di lingkungan kampus yang menjadi ruang interaksi akademik dan sosial bagi mahasiswa. Fenomena trial by netizen dengan slogan “no viral, no justice” menunjukkan adanya kecenderungan mahasiswa untuk merespons suatu isu berdasarkan viralitas konten di media sosial, bukan melalui mekanisme klarifikasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak media sosial dalam pembentukan opini publik di lingkungan kampus pada mahasiswa Teknik Informatika serta mengukur sejauh mana fenomena tersebut memengaruhi persepsi dan sikap mereka. Penelitian dilakukan menggunakan metode mixed methods dengan teknik survei dan wawancara. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden mahasiswa dan wawancara mendalam terhadap 10 orang mahasiswa /informan Program Studi Teknik Informatika di dua perguruan tinggi di Palangka Raya, yaitu Universitas Palangka Raya (UPR) dan STMIK Palangka Raya. Variabel penelitian meliputi intensitas penggunaan media sosial, tingkat paparan terhadap konten viral, kepercayaan terhadap informasi digital, serta kecenderungan pembentukan opini berdasarkan isu viral. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan dilanjutkan dengan uji regresi untuk melihat hubungan dan pengaruh antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial dan tingkat paparan terhadap konten viral memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan opini publik mahasiswa. Sebagian besar responden (72%) menyatakan bahwa isu yang viral dianggap lebih penting dibandingkan isu yang tidak viral, dan 64% responden mengaku pernah terpengaruh oleh opini netizen dalam merespons suatu isu kampus. Temuan ini menunjukkan bahwa fenomena trial by netizen telah membentuk pola pikir dan perilaku mahasiswa dalam memberikan penilaian terhadap suatu kasus, sehingga berpotensi menciptakan tekanan sosial digital terhadap institusi kampus. Berdasarkan data yang diperoleh, penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial memiliki dampak kuat dalam membentuk opini publik mahasiswa melalui kecepatan penyebaran informasi, interaksi digital yang bersifat emosional, serta dorongan sosial dari dinamika viralitas. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital, etika bermedia, serta pedoman penanganan isu viral di lingkungan kampus untuk mencegah terbentuknya opini yang bias dan tidak berlandaskan fakta.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Castells, M. (2010). The rise of the network society (2nd ed.). Wiley-Blackwell.

Habermas, J. (1989). The structural transformation of the public sphere: An inquiry into a category of bourgeois society. MIT Press.

Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1), 59–68. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2009.09.003

Kurniawan, D., & Sari, F. (2023). Keadilan yang viral: Analisis fenomena “no viral no justice”. Jurnal Hukum dan Sosial, 5(2), 88–103.

McQuail, D. (2010). McQuail’s mass communication theory (6th ed.). Sage Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Prasetyo, A. (2024). Trial by netizen dan keadilan sosial di era digital. Jurnal Sosiologi Hukum, 8(1), 21–35.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sunstein, C. R. (2001). Republic.com. Princeton University Press.

Suryanti, S. (2005). Metode penelitian sosial (Edisi ketiga). PT Remaja Rosdakarya.

Diterbitkan
2026-05-12